Visi misi Partai Gerindra

Juli 24, 2012

VISI PARTAI GERINDRA

VISI Partai GERINDRA dalam Berbangsa dan Bernegara
Visi Partai Gerindra adalah menjadi Partai politik yang mampu menciptakan kesejahteraan rakyat, keadilan sosial, dan tatanan politik negara yang melandaskan diri pada nilai-nilai nasionalisme dan religiusitas dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

MISI PARTAI GERINDRA

MISI Yang Diemban Partai GERINDRA

Partai GERINDRA memiliki 5 (lima) misi, yaitu :
1. Mempertahankan kedaulatan dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945;
2. Mendorong pembangunan nasional yang menitik beratkan pada pembangunan ekonomi kerakyatan, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dan pemerataan hasil-hasil pembangunan bagi seluruh warga bangsa dengan mengurangi ketergantungan kepada pihak asing;
3. Membentuk tatanan sosial dan politik masyarakat yang kondusif untuk mewujudkan kedaulatan rakyat dan kesejahteraan rakyat;
4. Menegakkan supremasi hukum dengan mengedepankan praduga tak bersalah dan persamaan hak di depan hukum;
5. Merebut kekuasaan pemerintahan secara konstitusi melalui Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden untuk menciptakan lapisan Kepemimpinan nasional yang kuat.

TUJUAN PARTAI GERINDRA
Tujuan Didirikannya Partai GERINDRA :
1. Mempertahankan dan mengamalkan Pancasila serta menegakkan Undang-undang Dasar 1945, sebagimana ditetapkan tanggal 18 Agustus 1945;
2. Berjuang memperoleh kekuasaan politik secara konstitusional guna mewujudkan pemerintahan, sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, yang melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa serta ikut melaksanakan ketertiban dunia
3. Menciptakan masyarakat adil dan makmur, merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia;
4. Mewujudkan kedaulatan rakyat dalam rangka mengembangkan kehidupan demokrasi, yang menjungjung tinggi dan menghormati kebenaran, hukum, dan keadilan;
5. Mewujudkan ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada kekuatan bangsa, yang mengarahkan pada kedaulatan dan kemandirian bangsa
FUNGSI PARTAI GERINDRA
Fungsi Apa Saja yang akan dijalankan oleh Partai GERINDRA…
Ada beberapa fungsi yang akan dilakukan oleh Partai GERINDRA, yaitu :
1. Sarana pembentukan dan pembangunan karakter bangsa;
2. Mendidik dan mencerdaskan rakyat agar bertanggung jawab menggunakan hak dan kewajibannya sebagai warga negara;
3. Menghimpun, merumuskan, dan memperjuangkan aspirasi rakyat dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan negara;
4. Menghimpun, membangun, dan menggerakkan kekuatan rakyat guna membangun masyarakat Pancasila;
5. Melakukan komunikasi politik dan partisipasi politik warga negara;
6. Menghimpun persamaan sikap politik dan kehendak untuk mencapai cita-cita dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur, material dan spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945;
7. Mempertahankan, mengemban, mengamalkan, dan membela Pancasila serta berorientasi pada program pembangunan di segala bidang tanpa membedakan suku, agama, ras dan golongan;
8. Menyerap, menampung, menyalurkan, dan memperjuangkan aspirasi rakyat serta meningkatkan kesadaran politik rakyat dan menyiapkan kader-kader dengan memperhatikan kesetaraan dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
TUGAS PARTAI GERINDRA
Tugas Partai GERINDRA sebagai partai politik
Tugas pokok yang menjadi kewajiban setiap pengurus, kader, dan anggota Partai GERINDRA untuk ditunaikan adalah :
1. Mempertahankan dan mewujudkan cita-cita negara Proklamasi 17 Agustus 1945 di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia;
2. Memperjuangkan terwujudnya peningkatan segala aspek kehidupan yang meliputi ideologi, politik, ekonomi, agama, sosial budaya, hukum serta pertahanan dan keamanan nasional guna mewujudkan cita-cita nasional
3. Melaksanakan, mempertahankan, dan menyebarluaskan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa;
4. Menghimpun dan memperjuangkan aspirasi rakyat sebagai arah kebijakan politik partai;
5. Mempersiapkan kader partai dalam pengisian jabatan politik dan jabatan publik melalui mekanisme demokrasi, dengan memperhatikan kesetaraan dan keadilan; dan
6. Mempengaruhi dan mengawasi jalannya penyelenggaraan negara agar terwujud pemerintahan yang bersih dan berwibawa. [tr]

Letjend. TNI (Pur) Prabowo Subianto

Juli 24, 2012

Prabowo Subianto
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Prabowo Subianto

Lahir Prabowo Subianto Djojohadikusumo
17 Oktober 1951
Jakarta, Indonesia

Kebangsaan Indonesia
Pendidikan SMA: American School In London, U.K. (1969, Akabri Darat Magelang (1970-1974, Sekolah Staf Dan Komando TNI-AD
Tempat kerja Perwira Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (1974 – 1998)
Dikenal karena Politikus
Militer

Partai politik Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA)
Agama Islam
Anak Didit Prabowo
Orang tua Prof. Sumitro Djojohadikusumo

Kerabat Hashim Djojohadikusumo (saudara)

Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo (lahir di Jakarta, 17 Oktober 1951; umur 60 tahun) adalah seorang mantan Danjen Kopassus, pengusaha dan politisi. Prabowo adalah calon presiden dalam pemilu presiden Republik Indonesia 2009 dari Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA). Karena perolehan suara Partai Gerindra kurang dari 20%, Prabowo maju sebagai calon wakil presiden Megawati Soekarnoputri. Saat ini Prabowo sedang bersiap untuk kembali maju sebagai calon presiden di pemilu presiden 2014.
Kehidupan pribadi
Anak dari begawan ekonomi Indonesia, Soemitro Djojohadikusumo. Ia memiliki dua kakak perempuan, Bintianingsih dan Mayrani Ekowati, dan satu orang adik, Hashim Djojohadikusumo. Saat ini, Hashim dikenal sebagai seorang pengusaha handal, dengan bisnis di puluhan negara termasuk Kanada, Russia dan Indonesia.
Prabowo adalah cucu dari Raden Mas Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank Negara Indonesia dan Ketua DPAS pertama dan anggota BPUPKI.
Prabowo menikah dengan Titiek Prabowo, anak Presiden Soeharto. Pernikahan Prabowo berakhir tidak lama setelah Soeharto mundur dari jabatan Presiden Republik Indonesia.[1] Dari pernikahan ini, Prabowo dikaruniai seorang anak, Didiet Prabowo. Didiet tumbuh besar di Boston, AS dan sekarang tinggal di Paris, Perancis sebagai seorang desainer.
Karir Militer Prabowo
Prabowo Subianto sering disebut sebagai seorang jendral kontroversial. Prestasi, dan kontroversi Prabowo dimulai saat ia mendaftarkan diri di Akademi Militer Magelang pada tahun 1970. Lulus pada tahun 1974, tahun 1976 Prabowo dipercaya sebagai Komandan Pleton Para Komando Grup I Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha) dan ditugaskan sebagai bagian dari operasi Tim Nanggala di Timor Timur.
Operasi Penangkapan Presiden Fretilin Nicolau Lobato
Pada bulan Desember 1978, Kapten Prabowo memimpin pasukan Den 28 Kopassus yang ditugaskan untuk membunuh pendiri dan wakil ketua Fretilin, yang pada saat itu juga menjabat sebagai Perdana Menteri pertama Timor Leste, Nicolau dos Reis Lobato. Lobato tewas setelah tertembak di perut saat bertempur di lembah Mindelo, pada tanggal 31 Desember 1978. Karena prestasi ini, Prabowo mendapatkan kenaikan pangkat.
Pelatihan Komando di Fort Benning
Setelah kembali dari Timor Timur, karir militernya Prabowo terus melejit. Pada tahun 1983, Prabowo dipercaya sebagai Wakil Komandan Detasemen 81 Penanggulangan Teros (Gultor) Komando Pasukan Khusus TNI AD (Kopassus). Setelah menyelesaikan pelatihan “Special Forces Officer Course” di Fort Benning, Amerika Serikat, Prabowo diberi tanggungjawab sebagai Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara.
Operasi Pembebasan Sandera Mapenduma

Salah satu pencapaian Prabowo saat menjadi pimpinan Kopassus adalah Operasi Pembebasan Sandera Mapenduma. Saat itu, 12 peneliti disekap oleh Organisasi Papua Merdeka. Pada gambar ini, Prabowo menyalami salah satu peneliti yang berhasil dibebaskan.
Pada tahun 1996, Komandan Kopassus Prabowo Subianto memimpin operasi pembebasan sandera Mapenduma. Operasi ini berhasil menyelamatkan nyawa 10 dari 12 peneliti Ekspediti Lorentz ’95 yang disekap oleh Organisasi Papua Merdeka. 5 orang yang disandera adalah peneliti biologi asal Indonesia, sedangkan 7 sandera lainnya adalah peneliti dari Inggris, Belanda dan Jerman[2]..
Ekspedisi Gunung Everest
Pada tanggal 26 April 1997, Tim Nasional Indonesia ke Puncak Everest berhasil mengibarkan bendera merah putih di puncak tertinggi dunia setelah mendaki melalui jalur selatan Nepal. Tim yang terdiri dari anggota Kopassus, Wanadri, FPTI, dan Mapala UI ini diprakarsai oleh Komandan Jendral Kopassus, Mayor Jendral TNI Prabowo Subianto [3]. Ekspedisi dimulai pada tanggal 12 Maret 1997 dari Phakding, Nepal.
“Waktu itu kita mendengar bahwa Malaysia sudah mencanangkan akan mengibarkan bendera kebangsaan mereka pada tanggal 10 Mei 1997. Saya tidak rela bangsa Indonesia, sebagai bangsa 200 juta jiwa, harus kalah dengan bangsa lain di kawasan kita. Karena mencapai puncak tertinggi di dunia sudah menjadi salah satu tonggak ukuran prestasi suatu bangsa” tulis Prabowo dalam buku ‘Di Puncak Himalaya Merah Putih Kukibarkan’.
Keberhasilan ekspedisi ini menjadikan Indonesia negara pertama dari kawasan tropis, sekaligus juga negara di Asia Tenggara pertama yang mencatat sukses menggapai puncak Everest[4].

Jabatan dan Penghargaan Militer
Berikut adalah daftar jabatan yang Prabowo saat mengabdi sebagai prajurit TNI:[20]
• Komandan Peleton Para Komando Group-1 Kopassandha (1976)
• Komandan Kompi Para Komando Group-1 Kopassandha (1977)
• Wakil Komandan Detasemen–81 Kopassus (1983-1985)
• Wakil Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad (1985-1987)
• Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad (1987-1991)
• Kepala Staf Brigade Infanteri Lintas Udara 17 Kostrad (1991-1993)
• Komandan Group-3/Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (1993-1995)
• Wakil Komandan Komando Pasukan Khusus (1994)
• Komandan Komando Pasukan Khusus (1995-1996)
• Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (1996-1998)
• Panglima Komando Cadangan Strategi TNI Angkatan Darat (1998)
• Komandan Sekolah Staf Dan Komando ABRI (1998)
Berikut adalah daftar penghargaan militer Prabowo:
• Bintang Kartika Eka Paksi Nararya
• Satya Lencana Kesetiaan XVI Tahun
• Satya Lencana Seroja Ulangan–III
• Satya Lencana Raksaka Dharma
• Satya Lencana Dwija Sistha
• Satya Lencana Wira Karya
• The First Class The Padin Medal Ops Honor dari Pemerintah Kamboja
• Bintang Yudha Dharma Nararya
Sepak Terjang Prabowo di Dunia Usaha
Setelah meninggalkan karier militernya, Prabowo memilih untuk mengikuti karier adiknya Hashim Djojohadikusumo, menjadi pengusaha. Karir Prabowo sebagai pengusaha dimulai dengan membeli Kiani Kertas, perusahaan pengelola pabrik kertas yang berlokasi di Mangkajang, Kalimantan Timur. Sebelumnya, Kiani Kertas dimiliki oleh Bob Hasan, pengusaha yang dekat dengan Presiden Suharto[21]. Prabowo membeli Kiani Kertas menggunakan pinjaman senilai Rp. 1,8 triliun dari Bank Mandiri[22].
Selain mengelola Kiani Kertas, yang namanya diganti oleh Prabowo menjadi Kertas Nusantara, kelompok perusahaan Nusantara Group yang dimiliki oleh Prabowo juga menguasai 27 perusahaan di dalam dan luar negeri. Usaha-usaha yang dimiliki oleh Prabowo bergerak di bidang perkebunan, tambang, kelapa sawit, dan batu bara[23].
Banyak kalangan menilai, Prabowo cukup sukses dalam berusaha. Pada Pilpres 2009, Prabowo ialah cawapres terkaya, dengan total asset sebesar Rp 1,579 Triliun dan US$ 7,57 juta[24], termasuk 84 ekor kuda istimewa yang sebagian harganya mencapai 3 Milyar per ekor serta sejumlah mobil mewah seperti BMW 750Li dan Mercedes Benz E300[25]. Kekayaannya ini besarnya berlipat 160 kali dari kekayaan yang dia laporkan pada tahun 2003. Kala itu ia hanya melaporkan kekayaan sebesar 10,153 Milyar[26]
Kiprah Prabowo di Berbagai Organisasi Non-Pemerintah
Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI)
HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) adalah sebuah organisasi sosial di Indonesia yang berskala nasional. Didirikan pada 27 April 1973 di Jakarta melalui penyatuan empat belas organisasi penghasil pertanian utama.
Pada tanggal 5 Desember 2004, Prabowo terpilih sebagai ketua umum HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) mengalahkan Setiawan Jodi dan Ja’far Hafsah[27][28]. Pada saat Musyawarah Nasional (Munas) HKTI ke-7, Prabowo Subianto kembali terpilih sebagai Ketua Umum 2010-2015 secara aklamasi. 32 dari 33 DPD menerima laporan pertanggungjawaban Prabowo dan meminta agar Prabowo kembali memimpin HKTI[29].
Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI)
APPSI (Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia) adalah organisasi independen yang memperjuangkan hak dan kesejahteraan pedagang pasar Indonesia. Pada tanggal 6 Agustus 2008, Munas APPSI secara aklamasi memilih Prabowo sebagai ketua umum APPSI untuk periode 2008-2013. Prabowo terpilih setelah mendapat dukungan dari 29 DPW tingkat provinsi dan 199 DPD tingkat kabupaten[30].
Selaku Ketua Umum APPSI, Prabowo kerap menyuarakan agar Pemerintah membatasi hipermarket dengan mengatur jaraknya agar tidak merugikan pedagang kecil. “Selama ini pedagang pasar tradisional selalu dianaktirikan sehingga ketika pasar modern didirikan para pemilik modal pedagang pasar harus rela dibubarkan karena ada pembongkaran” cetus Prabowo[31].
Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI)

Prabowo membuka turnamen pencak silat SEA Games 2011 di Padepokan Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.
Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) adalah organisasi nasional Indonesia yang membawahi kegiatan Pencak silat secara resmi , antara lain menyelenggarakan pertandingan, membakukan peraturan dan lain-lain.
Prabowo pertama kali terpilih menjadi Ketua Umum PB IPSI tahun 2004. Pada Munas PB IPSI di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, tanggal 27 Februari 2012, Prabowo terpilih untuk ketiga kalinya sebagai Ketua Umum PB IPSI [32]. Pada SEA Games 2011 di Jakarta, cabang olah raga pencak silat berhasil mendapatkan juara umum dengan menyabet 9 dari 18 nomor yang dipertandingkan[33].
Karir Politik Prabowo
Pemilu 2004
Prabowo memulai kembali karir politiknya dengan mencalonkan diri sebagai calon presiden dari Partai Golkar pada Konvesi Capres Golkar 2004. Meski lolos sampai putaran akhir, akhirnya Prabowo kandas di tengah jalan. Ia kalah suara oleh Wiranto.
Pemilu 2009
Pada bulan Mei 2008 Prabowo gencar tampil di televisi dalam bentuk iklan layanan masyarakat yang disponsori oleh HKTI, organisasi tani Indonesia yang digunakannya sebagai mesin politik untuk Pilpres 2009. Sebagai ketua umum organisasi tersebut dengan pesan untuk menggunakan produk dalam negeri. Pada 9 Mei 2008 Partai Gerindra menyatakan keinginannya untuk mencalonkan Prabowo menjadi calon presiden pada Pemilu 2009 saat mereka menyerahkan berkas pendaftaran untuk ikut Pemilu 2009 pada KPU [34]. Namun belakangan, setelah proses tawarmenawar yang alot, akhirnya Prabowo bersedia menjadi calon wakil presiden Megawati Soekarnoputri. Keduanya mengambil motto ‘Mega-Pro’. Keduanya juga telah menyelesaikan persyaratan administratif KPU dan berkas laporan kekayaan ke KPK. Deklarasi Mega-Prabowo dilaksanakan di tempat pembuangan sampah Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat[35].
Dalam berbagai iklan dan kampanyenya, pasangan Mega-Prabowo mengusung konsep ‘Ekonomi Kerakyatan’. Walau terdengar manis, sejumlah kritik pun dilayangkan pada konsep ekonomi ini. Sebagian menganggapnya sebagai Ekonomi Komando yang selain otoriter juga sudah pernah dicoba di era Soekarno dan tidak berhasil, terbukti kenaikan harga dan inflasi 650% per tahun dan kelaparan terjadi di sejumlah tempat[36][37]. Sebagian lagi menganggap konsep ini sekedar ‘Kerakyat-rakyatan’, karena ‘Ekonomi Kerakyatan’ sudah pernah dicoba dua kali, pertama tahun 1993-1998 melalui Bappenas, dan kedua tahun 1998 melalui Kementrian Koperasi dan UKM. Dua-duanya dinilai gagal menyejahterakan rakyat dan justru menyebabkan kredit macet. Dalam Pemilu 1999 PDIP dan Megawati juga berjanji ‘membela wong cilik’ [38][39].
Hasil hitung cepat beberapa lembaga survei, yakni LSI(Lembaga), LSI(Lingkaran), LP3ES, Puskaptis, CIRUS, LRI, dan Quick Count Metro TV, memprediksi pasangan Megawati-Prabowo kalah telak dari pasangan SBY-Boediono, dan Pemilu Presiden 2009 berakhir dalam satu putaran. Hasil Perhitungan Manual KPU yang diumumkan 25 Juli 2009 tak jauh berbeda dengan hasil hitung cepat. Megawati dan Prabowo tidak hadir dalam acara penetapan hasil tersebut meski UU No.42 Tahun 2008 Tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden mengamanatkan bagi tiap pasangan calon untuk hadir dalam penetapan hasil Pilpres[40]. Dua pasangan lainnya, JK-Wiranto dan SBY-Boediono hadir dalam acara ini. Pasangan Megawati-Prabowo menolak hasil Pemilu ini dan masih melakukan gugatan hukum ke Mahkamah Konstitusi.
Pemilu 2014

Pada tanggal 17 Maret 2012, Prabowo menerima mandat dari 33 DPD Partai Gerindra untuk maju pada pemilihan presiden 2014. Pemberian mandat dilakukan di Desa Bojong Koneng, Jawa Barat.[41]
Partai Gerakan Indonesia Raya telah menyatakan akan mengusung Prabowo sebagai calon presiden pada pemilihan presiden 2014[42]. Prabowo sendiri sudah menyatakan kesediaannya untuk dicalonkan sebagai presiden, jika mendapat dukungan dari rakyat[43].
Walaupun beberapa lembaga survei mencatat elektabilitas Prabowo tertinggi dibandingkan dengan calon-calon presiden lainnya[44], tidak sedikit pengamat politik yang meyakini kalau langkah Prabowo akan terganjal elektabilitas Partai Gerakan Indonesia Raya yang masih sangat rendah[45]. Namun, poitisi senior Permadi mengatakan, Megawati Soekarnoputri berjanji akan mencalonkan Prabowo sebagai presiden pada pemilihan presiden 2014[46].
Gelar Kehormatan
Marga Lumban Tobing
Pada tanggal 17 Juni 2009, Prabowo dinyatakan sebagai anggota marga Lumban Tobing. Selain Prabowo, adik kandung Prabowo, Hashim Djojohadikusumo juga diterima sebagai anggota marga tersebut[47]. Penganugerahan marga tersebut difasilitasi oleh Persatuan Punguan Siraja Lumban Tobing (PPSLB) dan berlangsung di Danau Toba Convention Center, Medan[48].
Gelar Adat Tongkonan
Pada tanggal 28 Desember 2011, Prabowo menerima gelar adat Tongkonan dari masyarakat adat desa Siguntu, Rantepao, Toraja Utara[49]. Pemberian gelar adat yang dibarengi dengan pesta duka Rambu Solo disaksikan oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu`mang, Panglima Kodam VII/Wirabuana Mayjen Muhammad Nizam, Bupati Tanah Toraja Theofillus Allorerung, Bupati Toraja Utara Frederik Batti Sorring beserta ribuan warga setempat.

hasil Pilpres 2009

Juli 24, 2012

Jakarta, mediacenter.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum menetapkan hasil rekapitulasi penghitungan suara dan pengumuman hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009 dalam rapat pleno terbuka yang dipimpin oleh Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary dan dihadiri oleh pasangan Capres-Cawapres SBY-Boediono dan JK-Wiranto beserta tim kampanye masing-masing pasangan. Sedangkan pasangan Capres-Cawapres hanya diwakili oleh tim kampanyenya saja.

Dalam sambutannya, Hafiz Anshary mengatakan bahwa penetapan tersebut adalah amanah dari Undang-undang No. 42 tahun 2009 pasal 148. “Rekapitulasi telah dilaksanakan sebelumnya pada 22-23 Juli 2009, dan berjalan dengan lancar dan baik,” kata Hafiz.

Selanjutnya, Anggota KPU Divisi Tekhnis Andi Nurpati membacakan hasil rekapitulasi dari 33 provinsi dan 117 Panitia Pemilihan Luar Negeri, dengan hasil suara untuk pasangan Megawati-Prabowo 32.548.105 (26,79%), pasangan SBY-Boediono 73.874.562 (60,80%), dan pasangan JK-Wiranto 15.081.814 (12,41%).

Selanjutnya rekapitulasi tersebut disahkan dalam surat keputusan nomor 365/Kpts/KPU/tahun 2009 tentang penetapan hasil rekapitulasi dan pengumuman hasil pemilu presiden dan wakil presiden 2009, yang diserahkan kepada semua pasangan capres-cawapres, Bawaslu dan KPU daerah.

Pasangan nomor urut 1 (Megawati-Prabowo) menolak surat keputusan tersebut sementara dua pasangan lainnya menerima surat keputusan tersebut. Sesuai dengan Undang-undang, KPU mempersilahkan peserta pemilu yang tidak puas dengan hasil keputusan KPU mengajukan sengketa pemilu tersebut kepada Mahkamah Konstitusi.

Pada saat rekapitulasi suara pilpres hari kedua (23 Juli 2009), saksi dari pasangan nomor urut 1 (Megawati-Prabowo) dan saksi pasangan nomor urut 3 (JK-Wiranto) memang tidak menghadiri jalannya sidang. Meski sempat mengikuti sidang pleno pada hari pertama (22 Juli 2009), jalannya sidang yang sempat diskor karena protes dari pasangan nomor urut 3, tetapi tetap berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Sejak hari pertama sidang, para saksi memang persoalkan DPT, tetapi semua hasil tetap diterima dengan baik oleh para saksi. Sedangkan pada hari kedua saksi pasangan nomor urut 3 sempat mengikuti sidang. Tapi pada saat pembacaan hasil rekapitulasi suara dari provinsi Jawa Tengah, saksi pasangan nomor urut 3 mengajukan keberatan soal DPT. Karena keberatannya tidak ditanggapi, saksi pasangan nomor 3, Chairuman Harahap tidak puas dan langsung walk out. Aksi walk out ini diikuti oleh saksi pasangan nomor urut I, Arief Wibowo yang memang sejak awal tidak masuk ruangan. Pada pukul 16.30, saksi pasangan nomor urut tiga, kembali masuk ruangan pleno. Namun, tujuannya bukan lagi mengikut rapat pleno, melainkan hanya menyampaikan nota keberatan dari pasangan nomor urut tiga. Intinya, surat tersebut meminta agar KPU tidak melanjutkan rapat rekapitulasi penghitungan suara.

Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary menerima dengan baik nota keberatan tersebut. Namun menurutnya, keberatan-keberatan tidak bisa dijadikan alasan yang kuat bagi KPU untuk menghentikan jalannya rapat pleno. Karena itu, sesuai kesepakatan peserta, rapat pleno rekapitulasi tetap dilanjutkan, dan akhirnya ditetapkan pada 25 Juli 2009.

Sementara itu penjagaan di luar gedung KPU sangat ketat, kawat pembatas dipasang hingga menutup akses jalan di depan KPU, yaitu jalan Imam Bonjol. Setiap pengunjung yang masuk diharuskan melewati pemeriksaan yang dilakukan berlapis hingga ke pintu masuk gedung KPU. ***

DPP Partai Gerindra

Juli 5, 2012
NO. NAMA JABATAN
1 PROF. DR. IR. SUHARDI, M.Sc KETUA UMUM
2 FADLI ZON , S.S.,M.Sc. WAKIL KETUA UMUM POLITIK DAN KEAMANAN
3 H. HAIRUDIN, SH KETUA BIDANG POLITIK DALAM NEGERI
4 IRIANTO SUBIAKTO.,SH.,LLM KETUA BIDANG POLITIK LUAR NEGERI
5 IRMAWATY HABIE KETUA BIDANG HUKUM
6 JOHAN J. LEWERISSA, SH. MH KETUA BIDANG HAM
7 MUHAMMAD HARRIS INDRA, S.IP KETUA BIDANG PERTAHANAN
8 SJUKRIANTO YULIA, M.Fin KETUA BIDANG KEAMANAN
9 DRS. M. ASRIAN MIRZA KETUA BIDANG HUMAS DAN MEDIA MASA
10 WENDRA, S.Sos KADEP HUMAS
11 ONDY SAPUTRA KADEP MEDIA MASSA
12 NESYA FITRI ANI GAYO, Msi KETUA BIDANG HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA
13 EVA NUR FAJRIAH KADEP HUBUNGAN DGN PARPOL
14 HILMI ROHMAN KADEP HUBUNGAN DGN ORMAS
15 MUNATSIR MUSTAMAN.,SH KETUA BIDANG PEMERINTAHAN DAERAH
16 DRS. M. SOLIHAT KADEP OTONOMI DAERAH
17 GATOT GARJITO KADEP PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL
18 KOMBES (Pur) Dr. ALFONS LOE MAU.,MSi KETUA BIDANG HUBUNGAN LUAR NEGERI
19 RAHMAT SORIALAM HARAPAP KETUA BIDANG PENGEMBANGAN JATIDIRI NEGARA
20 SAHALA SILALAHI, SH KETUA BIDANG PEMBERDAYAAN POTENSI BELA NEGARA
21 HELMI ADAM KETUA BIDANG PEMANTAPAN IDEOLOGI
22 DRA. HALIDA NURIAH  HATTA, M.A. WAKIL KETUA UMUM KESEJAHTERAAN RAKYAT
23 AULIA BONANZA, MBA KETUA BIDANG SOSIAL
24 SYIHABUDDIN AR.,SE KADEP BANTUAN SOSIAL
25 ANWAR SANTOSO KADEP ANAK TERLANTAR DAN JALANAN
26 A.S. KOBALEN.,SEM.,MBA.,Mphil KETUA BIDANG PENGABDIAN MASYARAKAT
27  ANITA ARYANI KETUA BIDANG PEREMPUAN
28 GRACE ROSALYN HUTAPEA KADEP PERANAN PEREMPUAN
29 DHOHIR FARISI KETUA BIDANG LINGKUNGAN HIDUP
30 HERY SUSANTO.,MSi KADEP PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUP
31 WASKITA RINI KADEP PERBAIKAN LINGKUNGAN HIDUP
32 DUROTUN NAFISAH KETUA BIDANG PENDIDIKAN
33 IRMA RAHAYU NASUTION KADEP PENDIDIKAN FORMAL
34 ADE REZA HARUYADI.,SIP.,MSi KADEP PENDIDIKAN NON FORMAL
35 JAMAL MIRDAD KETUA BIDANG SENI
36 SAMUEL LENGKEY KETUA BIDANG BUDAYA
37 GUDFAN ARIF, S.SIP KETUA BIDANG PEMUDA & OLAHRAGA
38 YAN FIRWAN KADEP PEMUDA DAN OLAHRAGA
39 FAMI FACRUDIN KETUA BIDANG ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
40 IVAN VANRI LATIEF KADEP ILPENGTEK TERAPAN
41 FX. ARIEF POYUONO.,SE KETUA BIDANG TENAGA KERJA & TKI
42 DRS. ANSHORI KADEP PERBURUAN
43 YUDHI SABANG.,SH KADEP TENAGA KERJA ASING
44 IRWANSYAH, SE KETUA BIDANG TRANSMIGRASI
45 HABIB MAHDI ALATAS KETUA BIDANG AGAMA
46 Dr. BENYAMIN PAULUS OKTAVIANUS,Sp.P KETUA BIDANG KESEHATAN
47 dr. FITSGERALD PATTY KADEP KESEHATAN MASYARAKAT
48 Prof. Dr. SARJANA.,Sp.OG (K).,SH KADEP KESEJATAN IBU & ANAK
49 AGUS PRIYONO KETUA BIDANG PEMBERDAYAAN PEMB. DAERAH
50 DJOKO GUDHIYANTO KADEP PEMBERDAYAAN POTENSI DAERAH
51 Dra. R.A.J. NOVDRIA PARASARI KADEP PEMBANGUNAN DAERAH
52 FERYZAL ADHAM, SE, MM KETUABIDANG PARIWISATA
53 MOH. NIZAR KADEP PENDATAAN WISATAWAN
54 DIAN MILANI HAKIM KADEP PENGEMBANGAN WISATA
55 ARIZA PATRIA KETUA BIDANG PENANGGULANGAN BENCANA
56 GEORGE EDWIN SUGIHARTO KADEP PENANGGULANGAN BENCANA
57 EDDY J WIBOWO.,SH KETUA BIDANG PERTANAHAN
58 Ir. JULIZAR IDRIS.,MM KADEP SERTIFIKAT TANAH
59 U.T. MURPHY HUTAGALUNG.,MBA WAKIL KETUA UMUM EKONOMI, KEUANGAN INDUSRTI & PEMB.
60 BUDI TJAHJONO PRAWIRO KETUA BIDANG PERBANKAN & MONETER
61 KUSFIARDI KETUA BIDANG EKONOMI
62 DIAS BASKARA DEWANTARA.,SE KADEP PERDAGANGAN PASAR
63 IR. SOEPRIYATNO KETUA BIDANG KETAHANAN PANGAN
64 HERI GUNAWAN KETUA BIDANG TANI
65 Ir. SUMINTA ISMAIL KETUA BIDANG NELAYAN
66 ABDUL HAKAM KETUA BIDANG KOPERASI
67 ZACHARIAS OMAWELE.,SH KETUA BIDANG USAHA MIKRO & MENENGAH
68 MAHENDRA DITO SAMPURNO.,SH KADEP USAHA MIKRO KECIL
69 CORNELIS SUHARYANTO KADEP USAHA MENENGAH
70 DIRGO D. PURBO KETUA BIDANG PERTAMBANGAN & ENERGI
71 Hj. Ir. DIAL ALWIYAH, MHD KADEP MIGAS
72 DRS. ABDUL KHOLIK / CHOLIK MUHAMMAD KADEP PERTAMBANGAN
73 Ir. BAMBANG IRAWAN KATUA ENERGI ALTERNATIF
74 LAKSDA TNI (PURN) FERDINAND MANENGKEI KETUA BIDANG KELAUTAN
75 HERY ARDIANTO.,SE KETUA BIDANG PENGEMBANGAN TANAMAN INDUSTRI
76 Dr. Drh. KAMALUDIN ZARKASIH KETUA BIDANG PETERNAKAN
77 IKHWAN AMIRUDIN KETUA BIDANG PERIKANAN
78 PRASETYO HADI S.Hut KETUA BIDANG KEHUTANAN
79 AAN RUDIANTO, SH KETUA BIDANG INDUSTRI
80 ARNES NASUTIONS KETUA BIDANG PERDAGANGAN
81 AMIR GAOS LATUCONSINA KETUA BIDANG PERUMAHAN RAKYAT
82 EVI SAFARI DASKIAN KETUA BIDANG JASA KEUANGAN
83 Dr. HASAN SAMAN AHABSYI.,SIP.,SH.,MBL KETUA BIDANG BUMN
84 HMS HADINAGORO KETUA BIDANG PERPAJAKAN & BEA CUKAI
85 WIDJONO HARDJANTO WAKIL KETUA UMUM ORGANISASI, KADERISASI, KEANGGOTAAN
86 IR. SUFMI DASKO, SH KETUA BIDANG ORGANISASI DAN KEANGGOTAAN
87 Ir. ROHMAT MARZUKI KADEP ORGANISASI
88 SUGIYANTO H. SEMANGUN KADEP KEANGGOTAAN
89 SUGIONO, MM, MBA KETUA BIDANG INFORMASI STRATEGIS
90 DESMON JUNAIDI MAHESA, SH, MH KETUA BIDANG KADERISASI
91 SRI HANDIARTI HARTONO KADEP PENDAPATAN KADER PARTAI
92 SABAM RAJAGUKGUK KADEP PENGEMBANGAN KADER PARTAI
93 PIUS LUSTRILANANG KETUA BIDANG LEMBAGA INTERNAL
94 IDIN ROSIDIN KETUA BIDANG LITBANG
95 M. SAID BAKHRI KADEP LITBANG ORGANISASI DAN PROSEDURE
96 ANDI SETO GADHISTA ASAPA., SH, LLM KADEP LITBANG KEBIJAKAN POLITIK
97 EDHY PRABOWO, MM, MBA KETUA BIDANG DIKLAT
98 TAUFIQURRAHMAN KADEP ANALISA & EVALUASI DIKLAT KADER
99 U. AZIS MUSLIM KADEP AKADEMI DIKLAT KADER
100 MARALDA HERNANDA KAIRUPAN KETUA BIDANG PEMBINAAN JARINGAN
101 TINO RAHARDIAN.,SE.,MM KADEP HUB LINTAS JARINGAN
102 M. ZASTROUW KETUA BID. PEMBINAAN MENTAL IDEOLOGI
103 HABIBUROKHMAN.,SH KETUA BIDANG ADVOKASI
104 IDRUS MONY.,SH KADEP ADVOKASI TKI
105 KUSMINTO BASUKI KADEP ADV. PEDAGANGAN PASAR TRADISIONAL
106 SENO BROTO KETUA BIDANG PENGGALANGAN MASY
107 AHMAD JOJON KADEP BIMBINGAN MASY
108 IBNU ARIEBOWO., SH KETUA BIDANG SDM
109 AHMAD MUZANI SEKRETARIS JENDERAL
110 ANWAR ENDE WAKIL SEKRETARIS JENDERAL
111 ABDUL HARRIS BOBIHOE WAKIL SEKRETARIS JENDERAL
112 KOL CHB (Purn) DALKIJO.,SH.,SE WAKIL SEKRETARIS JENDERAL
113 ARYO DJOJOHADIKUSUMO WAKIL SEKRETARIS JENDERAL
114 SALLY ROSALINA WAKIL SEKRETARIS JENDERAL
115 DRS. H. AHMAD SUBAGYA, MA WAKIL SEKRETARIS JENDERAL
116 KETUT BAGIADE, SH WAKIL SEKRETARIS JENDERAL
117 HERU JOHANSYAH WAKIL SEKRETARIS JENDERAL
118 IR. TASLIM AZIS WAKIL SEKRETARIS JENDERAL
119 IR. IDHAM CHALID WAKIL SEKRETARIS JENDERAL
120 HUSNA WAKIL SEKRETARIS JENDERAL
121 T.A. MULIATNA DJIWANDONO BENDAHARA UMUM
122 Ir. NUROJI BENDAHARA
123 RESIYA SAFRI BENDAHARA
124 MINTARSIH BENDAHARA
125 DWISASONGKO BENDAHARA
126 KOL. CAJ. (PURN) SUHARY Z.B. BENDAHARA
127 SATRIO DIMAS ADITYO BENDAHARA

Daftar Anggota DPR RI 2009-2014 Partai Gerindra

Juli 3, 2012
No Nama Anggota Daerah Pemilihan Peran di DPR RI
1 Abdul Wachid Jawa Tengah II Komisi 6
2 Agung Jelantik Sanjaya Bali Komisi 4
3 Desmond Junaidi Mahesa Kalimantan Timur Komisi 3
4 Dhohir Farisi Jawa Timur IV Komisi 7
5 Sumarjati Arjoso Jawa Tengah III Komisi 11
6 Harun Al Rasyid DKI Jakarta III Komisi 2
7 Edhy Prabowo Sumatera Selatan 1 Komisi 6
8 Fary Djemy Francis Nusa Tenggara Timur II Komisi 5
9 Gunadi Ibrahim Lampung II Komisi 5
10 Ahmad Muzani Lampung I Komisi 1
11 Budi Heryadi Banten III Komisi 4
12 Mestariyani Habie Sulawesi Selatan I Komisi 2
13 Nuroji Jawa Barat VI Komisi 10
14 Sadar Subagyo Jawa Tengah VIII Komisi 11
15 Jamal Mirdad Jawa Tengah I Komisi 10
16 Lukman Hakim Jawa Timur VIII Komisi 8
17 Martin Hutabarat Sumatera Utara III Komisi 3
18 Noura Dian Hartarony Jawa Timur VI Komisi 6
19 Nuriswanto Sumatera Selatan II Komisi 5
20 Pius Lustrilanang Nusa Tenggara Timur I Komisi 7
21 Putih Sari Jawa Barat VII Komisi 9
22 Rachel Maryam Sayidina Jawa Barat II Komisi 1
23 Rindhoko Jawa Timur I Komisi 3
24 Saifudin Donodjoyo DKI Jakarta I Komisi 8
25 Soepriyatno Jawa Timur XI Komisi 9
26 Widjono Harjanto Jawa Barat V Komisi 7

Daftar Artis yang Menjadi Anggota DPR RI 2009-2014

Mei 26, 2009

ARTIST YANG MELENGGANG KE SENAYAN…..

  • Tere alias Theresia EE Pardede (Demokrat, Jabar II)
  • Ingrid Maria Palupi Kansil (Demokrat, Jabar IV)
  • CP Samiadji “Adji” Massaid (Demokrat, Jatim II)
  • Venna Melinda (Demokrat, Jatim VI)
  • Komar alias Nurul Qomar (Demokrat, Jabar VIII)
  • Angelina Sondakh (Demokrat, Jateng VI)
  • Ruhut Sitompul (Demokrat, Sumut II)
  • Tantowi Yahya (Golkar, Sumsel II)
  • Nurul Arifin (Golkar, Jabar VII)
  • Tetty Kadi Bawono (Golkar, Jabar VIII)
  • Rieke Diah Pitaloka (PDI-P, Jabar II)
  • Miing Bagito alias Tubagus Dedi Suwendi Gumelar (PDI-P, Banten I)
  • Eko “Patrio” Hendro Purnomo (PAN, Jatim VIII)
  • Primus Yustisio (PAN, Jabar IX)
  • Jamal Mirdad (Partai Gerindra, Dapil Jateng I)
  • Rachel Mariam Sayidina (Gerindra, Jabar II).

Pemilu sudah usai akhirnya semua ketahuan…siapa yang menang siapa yang kalah.

Mei 16, 2009

Hasil pemilu 2009

Partai Demokrat : 150 kursi

Partai Golkar : 107 kursi

Partai DIP : 95 kursi

PKS : 57 kursi

PAN : 43 kursi

PPP : 37 kursi

PKB : 26 kursi

Gerindra : 28 kursi

Hanura ; 18 kursi

Hasil Quickcount pemilu 2009

April 11, 2009

Hasil Quick Count Pemilu 2009

Ranking

Penyelenggara Survei

LSI (1)

LSN

LSI (2)

CIRUS

1

Demokrat

20,46%

Demokrat

20,22%

Demokrat

20,34%

Demokrat

20,61%

2

PDIP

14,41%

Golkar

14,79%

Golkar

14,85%

Golkar

14,57%

3

Golkar

13,98%

PDIP

13,98%

PDIP

14,07%

PDIP

14,26%

4

PKS

7,84%

PKS

7,37%

PKS

7,82%

PKS

7,45%

5

PAN

5,74%

Gerindra

6,51%

PAN

6,07%

PAN

5,8%

6

PPP

5,23%

PPPP

5,33%

PPP

5,29%

PKB

5,63%

7

PKB

5,18%

PAN

4,97%

PKB

5,20%

PPP

5,31%

8

Gerindra

4,59%

PKB

4,62%

Gerindra

4,20%

Gerindra

4,27%

9

Hanura

3,72%

Hanura

3,43%

Hanura

3,49%

Hanura

3,5%

10

PKNU

1,45%

PKNU

1,85%

PBB

1,65%

PBB

1,87%

11

PBB

1,83%

PKPB

1,55%

PKNU

1,58%

12

PKPB

1,36%

PKNU

1,37%

PKPB

1,52%

13

PDS

1,19%

PDS

1,31%

PDS

1,46%

14

PBR

1,07%

PBR

1,29%

PBR

1,18%

15

PDP

1,03%

PPRN

1,14%

PPRN

1,11%

16

PPRN

0,85%

PKPI

0,99%

PKPI

0,91%

17

PDK

0,72%

PDP

0,84%

PDP

0,87%

18

PPPI

0,65%

Barnas

0,81%

PPPI

0,72%

19

Patriot

0,65%

PPPI

0,69%

Barnas

0,66%

20

PKPI

0,62%

PRN

0,64%

RepublikaN

0,60%

21

RepublikaN

0,59%

PPD

0,63%

PDK

0,58%

22

Barnas

0,52%

PDK

0,59%

PPD

0,56%

23

PNBK

0,52%

Patriot

0,57%

Patriot

0,45%

24

PPD

0,5%

PNBK

0,49%

PNBK

0,43%

25

PKDI

0,48%

Pakar Pangan

0,44%

P Kedaulatan

0,43%

26

PMB

0,46%

P Kedaulatan

0,41%

PPI

0,41%

27

PIS

0,4%

Pelopor

0,40%

PMB

0,38%

28

P Kedaulatan

0,39%

PMB

0,35%

Pelopor

0,32%

29

PPI

0,38%

PKDI

0,35%

PKDI

0,32%

30

PNI Marhaen

0,38%

PNI Marhaen

0,34%

PIS

0,32%

31

Pakar Pangan

0,35%

PPI

0,34%

Pakar Pangan

0,31%

32

Partai Buruh

0,33%

PIB

0,29%

PNI Marhaen

0,29%

33

PIB

0,32%

PIS

0,29%

PPDI

0,25%

34

PPDI

0,31%

PPDI

0,23%

Patai Buruh

0,24%

35

Pelopor

0,3%

Partai Buruh

0,22%

PIB

0,23%

36

Partai Merdeka

0,26%

Partai Merdeka

0,17%

PPNU

0,16%

37

PSI

0,25%

PSI

0,17%

Partai Merdeka

0,11%

38

PPNUI

0,24%

PPNUI

0,13%

PSI

0,11%

39

40

41

42

43

44

Keterangan:

LSI (1): Lembaga Survei Indonesia
LSN : Lembaga Survei Nasional
LSI (2) : Lingkaran Survei Indonesia
CIRUS : CIRUS Surveyors Group

Hasil Sementara Pemilu 2009